Kamis, 19 Agustus 2010

apa saya sudah siap ?

bagaimanapun juga, saya ini manusia biasa, semampu-mampunya saya menutupi semua ini, akan datang masa ketika saya akan meledak. meledak dan menghancurkan semua yang selama ini menekan saya.

tapi aneh, ketika dia datang, semua ledakan saya lenyap, awalnya dada saya yang terus menimbun kedendaman, kebencian dan kegelapan seakan sirna, hilang dan berganti dengan rona yang membahagiakan, apa yang terjadi ?

apa memang saya tengah merasakan sesuatu yang lama itu ?
ahh Hel, apa betul ?
apa tidak terlalu cepat ?

saya memang mau bahagia
tapi apa harus dengan kondisi seperti ini ? kalau saya memilih untuk melupakan rasa ini, kok sepertinya saya tengah membuang-buang karunia indah dari Allah ?
lantas saya musti bagaimana ?
apa saya sambut saja ?
tapi bagaimana cara menyambutnyaaaa ?

Hel, sudah lama saya tidak merasakan sentruman listrik di ruang hati saya, apa memang ini saatnya ?

Hel, sudah lama saya tidak merasa se gelisah ini, tapi apa memang ini saatnya ?

apa saya sudah siap jika seandainya saya jatuh lagi ?
apa saya sudah siap kalau-kalau ini cuma yang sesaat saja ?

Hel, saya mau tapi belum siap
Hel, saya butuh tapi belum berani menerima konsekuensinya
saya tidak takut berjanji, tapi saya takut dia akan melanggar janjinya

Hel, apa saya sudah siap ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar