Minggu, 12 Desember 2010

saya sudah mau dewasa kan? (dan mimpi itu)

Stop ! bagaimanapun, saya sudah hampir 17 tahun. Sudah bukan waktunya lagi merengek, punduh-punduh di malam hari, menangis, menghabiskan waktu hanya dengan menghayal dan terus bertanya kenapa saya punya mimpi itu, dan kenapa dengan segala ketidakmungkinan saya masih berharap.

Sudah tidak boleh lagi, saya sedikit lagi akan punya ktp, ini bukan waktunya lagi saya cemburu sama yang bukan milik saya, bukan waktunya lagi saya menghabiskan waktu hanya dengan berlari, yang terpenting adalah, saya harus pergi. Pergi dalam artian betul-betul pergi, dari mimpi itu, tidak hanya berlari, tanpa punya niatan sedikitpun untuk ngejauh dari mimpi itu.

Sudah ndak bisa lagi, dalam beberapa hari saya akan jadi symbol kedewasaan, orang-orang akan mulai percaya sama saya, jadi saya juga harus bisa mengumpulkan kepercayaan saya untuk mulai mengubur mimpi saya itu. Saya harus bisa seyakin yakinnya, saya harus mampu semampu mampunya, percaya kalau ini jalan yang terbaik, percaya kalau semua yang sudah saya pertahankan lama lama, pada kenyataannya harus saya buang, saya harus ngalah sama takdir. Takdir bilang ini semua tidak mungkin.

Tidak ada jalan kembali

Saya sudah ndak bisa kembali ke mimpi itu, lagian kalau dipikir, saya ini terlalu bodoh jika mau saja kembali ke mimpi itu, mimpi macam apa itu ? mimpi yang sepanjang yang mampu saya ingat cuman memberikan banyak luka, goresan, lecet sama hati saya.

Saya sudah ndak bisa kembali ke mimpi itu, kalau saya kembali lagi, sama saja artinya saya ndak sayang sama hati saya. Sudah cukup sesek yang dirasakan selama ini. Sudah waktunya berhenti.

Saya sudah hampir dewasa, dan keputusan terbesarnya adalah saya akan buang mimpi itu, kalau tidak bisa dibuang, cukup saya letakkan di sudut usang hati saya.
Eh sekedar info






Mimpi itu, mimpi tentang kamu ……
Mimpi tentang kamu, kamu, kamu

bye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar