Jumat, 06 Januari 2012

---2---

Begini, biar saya klarifikasi apa yang saya rasa beberapa harian ini, biar saya klarifikasi kenapa saya jadi suka munduh di kamar beberapa hari ini.
Kamu. Siapa yang suruh kamu datengin saya? Siapa yang suruh kamu buat saya tersenyum, ketawa, dan tambah kagum sama kamu? Siapa yang pakkaramula dari apa yang saya rasakan ini? Kalau kamu lupa, biar saya bantu ingatkan, jawabannya itu K-A-M-U

Kamu kenapa seenaknya mainin saya? Kamu seharusnya peka. Kamu lebih tua dari saya, seharusnya kamu sudah tahu sama satu hal yang paling absolute dari perempuan. Perempuan (dan itu termasuk saya) ga bisa di kasih harapan. Jangan karena kamu kira saya ini apa terus kamu bisa datang dan pergi sebisanya kamu.

Kamu. Bagaimana bisa kamu yang kemarin dengan sorotan mata penuh khawatir itu, dengan gerakan yang melindungi itu, dengan pembicaraan hangat di sore itu bisa berubah jadi orang yang betul-betul lain. Seakan kamu di hari itu bukan kamu yang saya lihat hari ini.

Kamu. Bagaimana bisa kamu yang kemarin begitu perhatian, begitu ekspresif dekat saya bisa berubah menjadi sosok yang aneh, yang makin jauh dari saya, yang makin membuat saya sedih. Iya, saya sedih dan mungkin sekilas kamu lihat saya ga pa pa, tapi seandainya kamu bisa lebih peka sama apa yang saya rasa, saya di hari ini tidak baik-baik saja.

Saya melambung dan saya sakit. Karena kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar