Jumat, 06 Januari 2012

-----

Saya bukan gadis semanis itu, kalau yang kamu kira saya sesantai itu, se-flow itu. Maaf kamu salah.

Saya, meskipun di depannya Cuma senyum bahagia pas kamu mau antar pulang cewek lain, di belakangnya saya kesiksa. Ingat ndak waktu itu saya malah tidak mau noleh ke belakang, tidak! Tidak karena saya benci kamu atau lagi konsen bicara sama kakak di samping saya, saya ga noleh ke belakang lebih karena saya takut sakit hati sendiri, saya takut membenarkan secara terpaksa kenyataan kalau kamu sama orang lain.

oke ini mungkin kedengaran berlebihan, tapi ini saya. Dan maaf saya tidak sewoles yang kamu kira.

Saya, meskipun di depannya cuek bebek pas kamu lewat, pas kamu bicara sama orang lain, di belakangnya saya miris. Ingat ndak waktu itu saya langsung pergi dan malah cari temen laki lain buat nemenin saya bicara? Saya ketawa-ketiwi dengan dia, tidak! Tidak karena saya tidak peduli ada tidaknya kamu. Saya cuma mau ngetes kamu lihat saya yang curi-curi pandang lihat ke kamu atau ndak, saya cuma mau ngetes reaksi kamu, yang akhirnya harus saya hadapi kalau kamu…tetap lewatin saya, tetap bicara sama orang lain.

Oke ini mungkin kedengaran berlebihan, tapi ini saya. Dan maaf kalau saya tidak sewoles yang kamu kira.

Saya, meskipun di depannya santai saja pas kamu tidak pernah nyapa saya seharian, yang padahalnya kita papasan beberapa kali, yang padahalnya kita seruangan beberapa jam. Ingat tidak waktu itu saya malah pinjam hape teman dan muter lagu-lagu secara random, kelihatannya bagi orang lain, saya lagi yang nikmatin banget lagu yang di hape tersebut. Tapi sebenarnya tidak! Tidak! Saya lagi nunggu kamu nyapa saya. Yang tidak kunjung nyapa saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar