Senin, 31 Mei 2010

sumpah ini yang paling bikin saya nangis lagi TT

Hello, entah apa yang saya rasakan sekarang ini.

Awalnya sumpah saya ndak kepengen ingat-ingat lagi masalah saya yang dulu-dulu, toh saya juga sudah MAMPUt idak begitu mengingat kejadian itu dan sudah banyak belajar untuk mengikhlaskan dan melupakan semua yang pernah terjadi.

Tapi ini kejadian lagi Hel, Senin (31 Mei 2010) seorang teman datang ke saya, dan ngasih tau saya sesuatu yag menyakiti saya lahir dan batin Hel.

Saya begitu terpukul dengan kata teman saya itu, hingga karena itu, saya terpaksa musti ingat yang lalu-lalu itu Hel, kenangan yang mustinya sudah saya simpan rapi dan ndak perlu lagi saya usik-usik lagi.

Saya tidak merasa terpukul karena pilihan yang itu,saya tidak merasa terpukul karena itu Hel (sudah saya bilang kan kalau saya sudah berusaha untuk Ikhlas Hel ?), dan apa yang saya rasakan ini lebih membuat saya terpukul daripada yang dulu-dulu Hel. Betul-betul menyiksa saya Hel, saya merasa begitu sakit, setiap mengingat perkataan teman saya itu, tanpa sadar air mata saya netes terus, hati saya sakiiit sekali Hel ,bahkan saat nulis postingan ini pun saya juga nangis. Dasar saya , saya memang masih cengeng Hel. Belum cukup dewasa untuk menanggapi segala sesuatu tidak dengan cara emosional semata.

Hel, saya sebenarnya sudah lama banget ndak nangis lagi, cuman masalah ini betul-betul membuat saya merasa direndahkan, saya masih tidak bisa menerima kalau sosok yang pernah saya banggakan di hadapan teman dan sahabat saya malah merendahkan saya di hadapan orang lain, di hadapan adek kelas, entah sudah betapa rendahnya saya di hadapan adek kelas itu Hel.

Hel, kalau inget kata itu,kata yang di ucapkan kalau saya ini tukang ** , ya Allah Hel,hati saya betul-betul teriris, bisa-bisanya dia bilang seperti itu, kalau saya tau begini jadinya Hel, kalau saya tau dia ternyata menganggap saya ini gulma, yang habis manis sepah di buang, kalau dia selama ini menganggap saya sebagai fans fanatiknya, saya tidak akan pernah mau kenal dia.

Saya semakin menyesal kenal dia Hel, padahal dulu dia baik, saya kira, saya akan mampu bersahabat lagi dengan dia Hel, tapi tidak bisa Hel, dia sama saja dengan adek kelas yang pernah saya ceritakan ke kamu Hel tempo hari, sama-sama munafiknya sama-sama bohongnya.

Entahlah Hel, saya sekarang begitu membenci dia dan semua pengikutnya. (saya mecoba tidak membenci Hel, tapi saya manusia biasa Hel, saya tidak bisa mematikan rasa sakit ini dalam sekejap saja, apalagi sakit ini betul-betul nyiksa saya Hel, betul-betul menusuk saya sampai ke dalam-dalanya Hel, perihh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar