Dan air mata laknat ini kembali menetes, saya tidak ingin menangis
Saya benci menangis, tapi rasanya tanpa tangisan, tidak akan hilang luka yang ada di sini, di dalam hati ini.
Saya hanya ingin menangis, tapi saya benci liat diri saya yang menangis, sebab menangis membuat saya semakin jujur, semakin larut dan semakin LEMAH , saya benci ketika orang-orang mengetahui betapa saya sekarang sedang hilang, betapa sekarang saya begitu rapuh, goyah dan tidak bisa apa-apa lagi.
Saya hanya ingin jiwa saya yang kuat, tidak akan terlubangi oleh api cemburu, tidak akan pengkor karena desakan virus sayang yang semakin overlimit. Saya ingin saya kuat.
Saya telah berniat untuk itu, untuk KUAT !.
Tapi pada realisasinya sendiri, saat berada dalam kondisi yang terjepit, saya masih mengeluarkan air mata laknat ini .
Bukankah seharusnya saya sudah kuat ? toh saya sudah punya niat . Dan banyak buku yang bilang, segala sesuatu bisa terjadi, yang penting saya punya niat ! yang penting saya punya NIAT ! dan niat saya itu untuk kuat, kuat menahan tangis saya, kuat menjalani hari saya, dan kuat untuk kembali membuka hati saya, untuk orang lain. Dan kuat mengakui, bahwa yang saya-pernah-cintai-dengan-sangat telah pergi, dan hampir tidak mungkin lagi berhubungan dengan kamu (berhubungan dengan kamu membuat luka yang sedang saya coba tutupi hanya sia-sia).
Lalu apa yang terjadi sekarang ?
loh kok saya tetap nangis, loh kok saya tiap liat kamu-secara-tidak-sengaja, selang 5 detik, air mata saya masih ngalir, meski hanya setetes ?
Saya sayang kamu
Dan saya sudah memilih, cara saya menyayangi kamu adalah dengan merestui kamu dengan yang lain (karena yang lain itu ternyata memang SANGAT PANTAS untuk kamu), dan dengan mengambil konsekuensi menjauh dengan kamu, mengambil semua keputusan untuk jauh dari kamu, mengambil setiap pilihan yang bertujuan membuat kamu semakin marah pada saya, menganggap saya sebagai seorang pencemburu tak tau di untung, menganggap saya sebagai manusia paling egois, paling suka marah tidak jelas, dan semua kemungkinan negatife yang timbul di otak kamu.
Ketahuilah, itu semua hanya agar kamu makin benci dengan saya, dan dengan kebencianmu itu, saya juga akan membenci mu, dan dengan benci ini kita akan semakin jauh, jauh dan MELUPAKAN L
Tapi seperti yang saya bilang
Saya tetap saja menangis, terkadang saya sering menyesali kenapa saya mau saja kamu dengan yang lain, tapi yaa itu, yang lain itu memang bagus untuk kamu, untuk kamu . dan saya ingin kamu dapat yang terbaik, meskipun itu bukan saya .
Dan pelampiasan saya , yaa itu dengan nangis, saya rindu masa dulu.
Tapi saya sudah punya niat, saya harus kuat, kuat menanggung apa yang sudah saya pilih (NB : yang saya pilih tidak berarti baik untuk saya, semata untuk kamu dalam hal ini)
Terakhir
Saya sayang kamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar